Pandangan Hidup Kelompok Sosial (masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan)
tentang Sanitasi Individu dan Lingkungan

Paper ini disusun untuk memenuhi
tugas mata kuliah Sosiologi
Nama : Selvia Andreyani
NPM : 13.0601.0019
D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu
Kesehatan
Universitas Muhammadyah Magelang
Tahun Ajaran 2013/2014
Jl. Mayjend Bambang Soegeng KM. 4
Magelang 56172
Telp. (0293) 326945
BAB I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masyarakat
perkotaan dan pedesaan pada dasarnya memang berbeda. Mulai dari budaya, gaya
hidup, hubungan sosial dan lainya. Dari segi kesehatanpun antara masyarakat
perdesaan dan masyarakat perkotaan juga memiliki perbedaan, seperti sanitasi
individu dan lingkungan. Perbedaan itu berasal dari pendangan mereka
masing-masing. Untuk itu makalah ini disusun untuk mengetahui tentang pandangan
hidup masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan.
B.
Rumusan masalah
PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat mempunyai arti yang
luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan
hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan,
bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan
dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok
manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa,
golongan dan sebagainya.
MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki
ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku
keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik
dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian,
dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan
teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”.
Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat
sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang amat
kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai
perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau
anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang
saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama
terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
- Didalam
masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih
mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di
luar batas wilayahnya.
- Sistem
kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
- Sebagian
besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
- Masyarakat
tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat
istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai
macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya
hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan
ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan
dengan :
- konflik
- kontraversi
- kompetisi
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community .
Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta
cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa
ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
- kehidupan
keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
- orang
kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung
pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau
individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan ,
sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya
.
- Jalan
pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan ,
menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada
factor kepentingan daripada factor pribadi.
- pembagian
kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas
yang nyata
- kemungkinan-kemungkinan
untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari
pada warga desa
- interaksi
yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan
daripada factor pribadi
- pembagian
waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan
individu
- perubahan-perubahan
sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam
menerima pengaruh dari luar.
PENGERTIAN
SANITASI
Sanitasi
adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah
manusia
bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan
harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan
manusia.
Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang
dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan
kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan
mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.
Upaya sanitasi individu dan lingkungan
- Memasak
air hingga matang
- Tidak
menggantung pakaian yang kotor
- Mencuci
buah dan sayuran yang hendak akan dimakan dengan cara membilasnya dengan
air bersih
- Mendaur
ulang sampah anorganik
- Menggunakan
penyaring khusus pada knalpot kendaraan bermotor
- Gunakan
bahan bakar pertamax pada kendaraan bermotor
- Membuat
sengkedan pada daerah-daerah dataran tinggi
- Melakukan
aerasi sebaik mungkin
- Menggalangkan
imunisasi
- Menimbun
sampah basah
- Membakar
sampah kering
- Memberikan
nutrisi yang tepat
- Diadakannya
rehabilitasi yang tepat
- Memilah
sampah organik dan sampah anorganik
- Pembuatan
senyawa-senyawa penangkal penyakit
- Menggunakan
lotion anti nyamuk
- Pengolahan
limbah anorganik dan organik secara bertahap
- Reboisasi
- Pendidikan
kesehatan
- Pembangunan
tata kota yang baik
21.
Tidak membuang bahan buangan yang dapat
menyebabkan masalah kesehatan seperti tinja manusia atau
binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni,
bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan
pertanian secara sembarangan
22.
Upaya pembersihan diri seperti mandi, gosok
gigi, cuci tangan dengan sabun
Pandangan hidup masyarakat pedesaan
terhadap sanitasi individu dan lingkungan
Masyarakat pedesaan kurang begitu menyadari pentingnya
kesehatan. Kebanyakan dari mereka masih mengabaikan tentang sanitasi individu
maupun lingkungan. Misalnya:
1. Aliran
yang dilewati bahan buangan domestik (cucian, air seni, dan bahan buangan
mandi) dibiarkan terbuka dan melewati permukiman yang sering dilewati oleh
warga.
2. Tidak
sedikit dari mereka yang masih buang air besar di sungai.
3. Mencuci
dan mandi dialiran sungai.
4. Membiarkan
anak-anak yang masih kecil bermain sendiri ditanah atau ditempat yang terdapat
bakteri yang merugikan.
5. Belum
menyadari pentingnya mencuci tangan dengan sabun.
Pandangan
hidup masyarakat perkotaan terhadap sanitasi individu dan lingkungan
Masyarakat perkotaan
kebanyakan sudah menyadari tentang pentingnya upaya untuk mewujudkan kesehatan
baik untuk individu maupun kelompok. Hal ini terjadi karena pendidikan
masyarakat perkotaan lebih maju dibandingkan masyarakat pedesaan. Banyak dari
mereka yang tidak mengabaikan tentang sanitasi individu maupun lingkungan.
Contohnya :
1.
Setiap rumah diperkotaan memiliki
saluran untuk membuang bahan buangan domestik yang tertutup.
2.
Memiliki tempat pembuangan kotoran
manusia yang layak sehingga hal ini tidak mencemari lingkungan.
3.
Kebanyakan dari mereka sadar betul
pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun.
4.
Tidak membiarkan anak-anaknya bermain
ditempat yang kotor.
peran/pengaruh
individu terhadap kelompok
Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran (role) dan
kedudukan (status) yang berbeda. Peran adalah pola perilaku yang diharapkan
dari seseorang yang mempunyai posisi (status) tertentu. Sedngkan kedudukan (status)
adalah posisi seseorang dalam kelompok. Mengingat setiap individu mempunyai
kepentingan yang beragam, maka setiap individu mempunyai kepentingan yang
beragam, maka setiap individu dapat berstatus dan berperan di beberapa kelompok
sesuai dengan kepentingan itu.
Setiap individu harus berperilaku atau berperan sesuai dengan
kedudukannya agar ia dapat diterima dan diakui keberadaanya. Karena setiap
organisasi mempunyai aturan sendiri, maka sanksi yang diberikan oleh setiap
organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda pula. Sanksi ini bertujuan
menjaga keutuhan, keseimbangan, kestabilan kelompoknya sehingga tujuan kelompok
dapat tercapai
Dalam
kehidupan sehari – hari, setiap orang mempunyai peran dan tugas yang berbeda.
Tugas seorang Dokter berbeda dengan guru, petani ,supir atau TNI/POLRI. Tetapi
masing-masing saling membutuhkan, saling bekerja sama untuk mencapi tujuan yang
sama yaitu terpenuhinya kebutuhan dan mencapi kesejahteraan. Dengan demikian
peran dan kedudukan sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan integritas
sosial.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar