Jumat, 21 Maret 2014


Pandangan Hidup Kelompok Sosial (masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan) tentang Sanitasi Individu dan Lingkungan




Paper ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi

Nama : Selvia Andreyani
NPM : 13.0601.0019

D3 Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadyah Magelang
Tahun Ajaran 2013/2014

Jl. Mayjend Bambang Soegeng KM. 4 Magelang 56172
Telp. (0293) 326945


BAB I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Masyarakat perkotaan dan pedesaan pada dasarnya memang berbeda. Mulai dari budaya, gaya hidup, hubungan sosial dan lainya. Dari segi kesehatanpun antara masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan juga memiliki perbedaan, seperti sanitasi individu dan lingkungan. Perbedaan itu berasal dari pendangan mereka masing-masing. Untuk itu makalah ini disusun untuk mengetahui tentang pandangan hidup masyarakat perdesaan dan masyarakat perkotaan.

B.     Rumusan masalah


PENGERTIAN MASYARAKAT
Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah keseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

MASYARAKAT PEDESAAN
Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adat istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
-          konflik
-          kontraversi
-          kompetisi

MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
  3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
  4. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  6. interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi
  7. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  8. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.


PENGERTIAN SANITASI
Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.
Definisi lain dari sanitasi adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan. Sementara beberapa definisi lainnya menitik beratkan pada pemutusan mata rantai kuman dari sumber penularannya dan pengendalian lingkungan.
Upaya sanitasi individu dan lingkungan
  1.  Memasak air hingga matang
  2.  Tidak menggantung pakaian yang kotor
  3.  Mencuci buah dan sayuran yang hendak akan dimakan dengan cara membilasnya dengan air bersih
  4.  Mendaur ulang sampah anorganik
  5.  Menggunakan penyaring khusus pada knalpot kendaraan bermotor
  6.  Gunakan bahan bakar pertamax pada kendaraan bermotor
  7.  Membuat sengkedan pada daerah-daerah dataran tinggi
  8.  Melakukan aerasi sebaik mungkin
  9.  Menggalangkan imunisasi
  10.  Menimbun sampah basah
  11.  Membakar sampah kering
  12.  Memberikan nutrisi yang tepat
  13.  Diadakannya rehabilitasi yang tepat
  14.  Memilah sampah organik dan sampah anorganik
  15.  Pembuatan senyawa-senyawa penangkal penyakit
  16.  Menggunakan lotion anti nyamuk
  17.  Pengolahan limbah anorganik dan organik secara bertahap
  18.  Reboisasi
  19.  Pendidikan kesehatan
  20.  Pembangunan tata kota yang baik
21.    Tidak membuang bahan buangan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti tinja manusia atau binatang, sisa bahan buangan padat, air bahan buangan domestik (cucian, air seni, bahan buangan mandi atau cucian), bahan buangan industri dan bahan buangan pertanian secara sembarangan
22.    Upaya pembersihan diri seperti mandi, gosok gigi, cuci tangan dengan sabun


Pandangan hidup masyarakat pedesaan terhadap sanitasi individu dan lingkungan
Masyarakat pedesaan kurang begitu menyadari pentingnya kesehatan. Kebanyakan dari mereka masih mengabaikan tentang sanitasi individu maupun lingkungan. Misalnya:
1.      Aliran yang dilewati bahan buangan domestik (cucian, air seni, dan bahan buangan mandi) dibiarkan terbuka dan melewati permukiman yang sering dilewati oleh warga.
2.      Tidak sedikit dari mereka yang masih buang air besar di sungai.
3.      Mencuci dan mandi dialiran sungai.
4.      Membiarkan anak-anak yang masih kecil bermain sendiri ditanah atau ditempat yang terdapat bakteri yang merugikan.
5.      Belum menyadari pentingnya mencuci tangan dengan sabun.

Pandangan hidup masyarakat perkotaan terhadap sanitasi individu dan lingkungan
Masyarakat perkotaan kebanyakan sudah menyadari tentang pentingnya upaya untuk mewujudkan kesehatan baik untuk individu maupun kelompok. Hal ini terjadi karena pendidikan masyarakat perkotaan lebih maju dibandingkan masyarakat pedesaan. Banyak dari mereka yang tidak mengabaikan tentang sanitasi individu maupun lingkungan. Contohnya :
1.      Setiap rumah diperkotaan memiliki saluran untuk membuang bahan buangan domestik yang tertutup.
2.      Memiliki tempat pembuangan kotoran manusia yang layak sehingga hal ini tidak mencemari lingkungan.
3.      Kebanyakan dari mereka sadar betul pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun.
4.      Tidak membiarkan anak-anaknya bermain ditempat yang kotor.
peran/pengaruh individu terhadap kelompok

Setiap individu dalam masyarakat mempunyai peran (role) dan kedudukan (status) yang berbeda. Peran adalah pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai posisi (status) tertentu. Sedngkan kedudukan (status) adalah posisi seseorang dalam kelompok. Mengingat setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap individu mempunyai kepentingan yang beragam, maka setiap individu dapat berstatus dan berperan di beberapa kelompok sesuai dengan kepentingan itu.
Setiap individu harus berperilaku atau berperan sesuai dengan kedudukannya agar ia dapat diterima dan diakui keberadaanya. Karena setiap organisasi mempunyai aturan sendiri, maka sanksi yang diberikan oleh setiap organisasi kepada anggota yang melanggar pun berbeda pula. Sanksi ini bertujuan menjaga keutuhan, keseimbangan, kestabilan kelompoknya sehingga tujuan kelompok dapat tercapai
Dalam kehidupan sehari – hari, setiap orang mempunyai peran dan tugas yang berbeda. Tugas seorang Dokter berbeda dengan guru, petani ,supir atau TNI/POLRI. Tetapi masing-masing saling membutuhkan, saling bekerja sama untuk mencapi tujuan yang sama yaitu terpenuhinya kebutuhan dan mencapi kesejahteraan. Dengan demikian peran dan kedudukan sangat penting untuk menjaga keseimbangan dan integritas sosial.


Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar